Sunday, July 22, 2012

PEMAHAMAN DAN RUTINITAS, SURVIVE DAN SUKSES RAMADHAN

Bismillahirahmanirahim. Pembaca, marhaban ya ramadhan, ya itulah yang mungkin diucap bagi mereka yang menyambut datangnya bulan Ramadhan ini dengan gembira bin ceria binti bahagia, alhamdulillah. Pembaca apa anda senang dengan datangnya bulan ini? Apa saja yang akan anda lakukan atas hadirnya bulan ini? Dan bagaimana anda memaknai hadirnya bulan ini? Bulan yang sangat spesial bagi umat islam :)

Mari mulai, Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu? Ditunggu kenapa? Yahh ditunggu karena bakal berbuka puasa dan sahur kembali bersama keluarga. Bagi banyak orang, siapa yang ingin melewatkan buka puasa bersama dengan keluarga?? Pasti semua ingin, sekalipun mereka-mereka yang telah ditinggalkan. Ataaaau bisa main petasan! Khusus bagi yang masa kecilnya kurang bahagia karena gak pernah main petasan *seperti penulis* mungkin akan melampiaskan keinginannya dengan mainan kecil nan ekstrem salah satunya petasan *penulis gak berani*, yaaa maklum kan memang banyak yang jual. Atau ada alasan lain?? Hehehe…

Kemudian berlanjut pada kegiatan dari alasan diatas. Oke, kalau Ramadhan kegiatan yang harus dilakukan bagi kebanyakan orang adalah harus rajin! rajin bangun lebih pagi *buat sahur sih*, hahaha rela bangun jam 2 untuk menyiapkan hidangan. Kemudian sembari menanti imsyak bisa lihat acara di tv susahnya kalau malah tertidur, Subuh shalat. Nah fatalnya setelah shalat biasanya mengantuk, alhasil kembali tarik selimut sampaaaaaai Dhuhur bangun, hahaha. Mungkin kepikiran mainan petasan juga memeriahkan siang bolong. Sampai akhirnya menjelang Maghrib pasti sudah duduk manis di depan meja makan atau kulkas. *Allahuakbar Allahuakbar…* capcuuus minum es atau sirup 1 liter biasanya terus langsung makan besar tanpa ampun disabet sepiring-piringnya. Selesai makan, perut berat banget dengan jalan santainya shalat Maghrib, terus Isya, naaahh Tarawih dan Witir nya ini kan sunnah lhaaa, bertepuk sebelah tangan pula soalnya sudah pada mengantuk, oke bubuk dehh menanti hari berikutnya :)…

Nahh lalu bisa disimpulkan bagaimana pemaknaan hadirnya bulan Ramadhan dari apa yang ditunggu dan apa saja yang dilakukan :) overall kalau seperti itu yaaa dalam bulan Ramadhan melakukan hal-hal seperti itu serasa sudah cukup kan ya? Bukannya apapun yang dilakukan di bulan Ramadhan asalkan sesuai aturan dan memenuhi persyaratnya itu sudah merupakan ibadah yang lebih dari ibadah lain :) hihihi iya apa iya? Hahaha :)…


Pembaca yang tercinta, *mungkin* ada diantara kita yang merasa dan tergambar dari apa yang saya tulis diatas, tidak menutup kemungkinan. Nah tapi insyaAllah saya percaya bahwa orang-orang jaman sekarang tidak lagi berfikir sesingkat-singkatnya berfikir seperti penjabaran saya. Maka dari itu perlunya akan pemahaman diri terhadap hadirnya suatu hal apalagi istimewa, dalam konteksnya bulan Ramadhan. Apasih yang ditunggu?? Sewajarnya, yang ditunggu adalah berkah, bulan dimana berkah didalamnya lebih lebih dan lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Mereka yang percaya bahwa pintu ampunan-Nya terbuka lebar pasti menunggu malam, ya disetiap malamnya akan senantiasa dengan ikhlas rela bersujud sembari menitihkan air mata penghambaan, seraya berdo’a meminta ampunan Allah. Mereka yang percaya bahwa pahala kebaikan dilipat gandakan akan berlomba-lomba pagi siang malam mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat. Ada juga yang dengan kesadarannya, ingin meng-khatamkan Al-Qur’an, ingin bersedekah lebih dari biasanya, ingin berbuka puasa bersama di panti asuhan atau pondok, dll. daripada hanya sekedar tidur di rumah yang “katanya” juga berpahala *tapi gak mungkin tidur terus kan, saya bahas berikutnya*. Nahh semuanya itu dilakukan demi berkah bulan Ramadhan, NAMUN saya konkritkan lebih tepatnya adalah demi mencari ke-Ridho-an Allah, karena apapun yang dilakukan, apapun hasilnya, semua itu datang dari Allah, sekalipun berkah yang melimpah dihadirkan pada kita pun itu juga atas ridho Allah. Jadi hendaknya jangan berpacu pada usaha banyak-banyakan pahala, namun berpaculah untuk mendapat ridho-Nya yang buuuuuwanyak :)

Kalau sudah mantap menanti Ramadhan untuk mencari berkah, rahmat, dan ridho dari-Nya insyaAllah kegiatan kita juga akan terarah. Terarah dan terjadwal, bagi mereka yang tidak terjadwal pasti sudah ada kegiatan rutin kok, apa itu? Khususnya saya menyinggung soal Tiduuuur!!! ^_^… lanjutan sebelumnya,, Pembaca, kata pak ustadz, “tidurnya orang berpuasa adalah pahala”, saya yakin 100% anda yang tidur pasti menggunakan dalil terkenal ini, YA kan? :)… Oke, tapi saya konkritkan lagi yaa, ini juga menurut ulama agama kok dengan pemahaman yang lebih luas. Tidurnya orang berpuasa “di siang” hari adalah ibadah berpahala JIKA “di malam” harinya orang tersebut tidak akan tidur! Tidur  siang berpahala kalau saat MALAMnya kita gunakan untuk BERIBADAH, entah mau mengaji, tadarus bersama, shalat malam, dan ibadah-ibadah lainnya yang mungkin kurang sanggup kita lakukan pada siang harinya! Maka dari itu sebenarnya tidur siang bukan semata-mata untuk men-skip waktu siang hari agar cepat masuk waktu maghrib, gunakan waktu sebijak mungkin, kalau semisal memang waktu longgar dan malas beribadah ritual, tetap bisa diisi dengan hal-hal bermanfaat seperti membaca buku, novel, majalah *bukan majalah gossip*, baca buku masakan *hahaha*, belajar, atau hanya sekedar berdzikir itupun lumayan bermanfaat kaaan??? Hahaha daaan jangan sampai anda termasuk paragraph ke-3… Nah ini mungkin sedikit untuk kegiatan yang bisa kita lakukan :)

Dengan niat dan tujuan yang jelas, kemudian membuat jadwal yang tertata baik dan bermanfaat, nah sedikit banyak kualitas pemaknaan dan pemahaman seseorang bisa dilihat. Niat dan tujuan jelas plus kegiatan realistis terjadwal ya insyaAllah bulan Ramadhan ini benar-benar akan merubah diri seseorang biasanya menjadi lebih baiiiiik lagi selepas bulan Ramadhan, insyaAllah faedah dapat dan pahala tetap jalan, amiiin. Begitu juga sebaliknya niat asal-asalan dan tujuan abstrak plus gak ada kegiatan yang ya bisa dipastikan puasanya tidak bermanfaat, ya hanya menahan lapar haus nafsu tapi tak dapat pahalanya, alias rugi, naudzubillah ^_^

Pembaca yang suka membaca, kalau saya tidak salah dengar, sering ada yang bilang “beribadah yang terbaik adalah di seminggu malam awal dan seminggu malam akhir Ramadhan”, mungkin kalian pernah mendengar juga. Ini menurut saya saja yaa… sebenarnya namanya ibadah itu kapanpun baik lho mau awal tengah akhir yang penting itu kan niatnya, jadi jangan hanya mengkhususkan ibadah malam di awal dan akhir saja, sebaiknya tetap lakukan ibadah semaksimal mungkin, kalau bisa rutin 1 bulan ibadah terus di malam harinya :)

Lalu ada juga statement, “ibadah di tanggal ganjil dalam seminggu terakhir Ramadhan yang insyaAllah di salah satu malamnya ada 1 malam yang “spesial”. Bukannya saya tidak percaya, namun tetap sebaiknya beribadah saja untuk mencari ridho Allah, tak perlu susah-susah ke masjid hanya untuk menunggu hadirnya “suatu berkah”, sebenarnya cukup di rumah asalkan kita khusyuk dalam ibadah, ikhlas hanya demi Allah saja, dan dilakukan secara rutin menurut saya insyaAllah “suatu berkah” tersebut akan datang sebagai hadiah atas apa yang kita lakukan :)

Dan, anda pasti sering mendengar ceramah tentang manfaat, faedah khusus, dan kemuliaan di setiap tanggalnya dalam bulan Ramadhan, mulai dari 1 Ramadhan sampai 29/30 Ramadhan, iya? Entah itu benar atau tidak, tapi semoga saja benar *Amiiin* berbagai kemuliaan itu. Yang bisa kita lakukan hanyalah yakin, yakin apa? Yakin bahwa setiap hari pasti ada faedahnya, apalagi di bulan yang diistemewakan dalam agama islam ini, jadikanlah “kemuliaan-kemuliaan” tersebut sebagai MOTIVASI kita untuk lebih rajin beribadah dan mendekatkan diri pada Allah, jangan sampai kita terbebani dalam melaksanakan suatu ibadah hanya untuk mendapat kebaikan, bukankah islam itu indah? So lakukan dengan tenang, santai, sabar, khusyuk ibadah, benar-benar rindu akan kedekatan dengan Mahapencipta :)

Semoga bermanfaat yaaahh, semoga puasa 1 bulan lancar yaa bagi yang laki-laki ini bagi yang perempuan meskipun ada halangan, tapi itu juga insyaAllah termasuk suatu ibadah apabila anda memanfaatkannya dengan baik dan benar… "RUTINITAS dan PEMAHAMAN serta LAHIRIYAH dan RUHANIYAH" itu penting dalam bulan Ramadhan ini jika inginSURVIVE dan SUKSES menjalani puasa selama kita diberi kehidupan ini… Jazakumullah khairan katsiron wa jazakumullah ahsanal jaza ya akhi ya ukhti, marhaban ya ramadhan  ^________^

Sunday, April 22, 2012

R.A. KARTINI ABAD 21


Pembacaaa, tanggal 21 April :) ada peringatan apakah pada tanggal tersebut?? Kalau 21 Agustus itu tanggal lahirku lho *curhat*, kalau 21 April? Nahh, sebagai warga Negara Indonesia yang baik yang seenggaknya tahu meskipun tidak mengerti tentang pahlawan-pahlawan bangsanya, yaaa siapa yang tidak kenal Raden Ajeng Kartini?? Yang belum kenal silakan kenalan dahulu :) Seorang Kartini yang lahir pada tanggal 21 April tahuuuun???.... Ya! Salah satu pejuang bangsa khususnya dari dan untuk kaum perempuan!


Sekedar curhat ya, dulu waktu penulis (aku) TK dan SD, pada saat hari Kartini (21 April) kami diharuskan memakai busana daerah/ pakaian tradisional. Hari itu juga diadakan berbagai macam lomba. Hal ini tidak lain untuk menghormati jasa dari ibu Kartini sendiri. Itu dulu, bagaimana dengan sekarang? Kemarin banyak pemberitaan bahkan jenjang SMP, SMA, pegawai pun tetap melakukan budaya yang ada pada hari itu, mengenakan busana tradisional, mulai dari para pelajar, staf guru, staf perkantoran, bahkan pegawai rumah sakit melakukannya, sungguh bahagia melihat budaya bangsa ini tetap lestari ditengah era global dengan model-model dan trend yang amburadulnya minta ampuuuuun.


Berlepas dari kebudayaan yang harus tetap dijaga, ada lainnya juga yang tak kalah penting, apakah ituuu?? Jawabannya adalah SEMANGAT AKAN PERUBAHAN (bukan semboyan partai Nasdem *Partai Panas Adem* lho!!!),, yaa semangat akan perubahan yang ditunjukkan dan dibuktikan oleh figur seorang R.A. Kartini!! :) “Dari gelap, terbitlah terang” siapa yang tak kenal kalimat ini?? Sebuah kalimat yang menunujukkan semangat Kartini mengubah suatu keadaan dimana pada saat itu terjadi ketimpangan akan status sosial kaum perempuan, menjadi keadaan sebaliknya, hak perempuan yang semakin terangkat dari keterpurukan. Dan alhasil lihatlah betapa derajat kaum perempuan di Indonesia sekarang ini sudah bias sejajar dengan laki-laki! Dalam fakta perempuan berhak sekolah tinggi, berhak mendapat penghidupan yang layak, berhak mendapat pekerjaan, dll. Yang mana jaman dahulu tidak bias di dapatkan dengan mudah. Berterimakasihlah pada beliau, atas jasa beliau juga anda, para perempuan, mendapat seperti sekarang ini, Alhamdulillah yaaa sesuatu :)


Pembaca, khususnya kaum perempuan, sekarang kehidupan berbeda, tak ada lagi namanya ketimpangan sosial kaum perempuan! Kalian berhak mendapat penghidupan yang layak, tentu bukan berarti sekarang kalian merdeka, namun kalian harus tetap menjaga semangat perubahan dari seorang Kartini!... Semangat perubahan yang seperti apa?? Semangat untuk terus memperbaiki kehidupan masyarakat yang sekarang ada, jangan kalian kira kehidupan yang sekarang berjalan baik, belum! Kehidupan sekarang masihlah bermasalah, maka dari itulah anda dibutuhkan di dunia ini, untuk memperbaiki keadaan :) hai para perempuan yang cantik cantik, jangan hanya mempercantik wajah kalian, tapi percantiklah sikap kalian, kelakuan kalian, terhadap sesama, terhadap orang lain, terhadap masyarakat. Tunjukkan kecantikan kalian dalam wujud sebuah pengabdian kepada masyarakat banyak, tidak lain tidak bukan sebagai cara untuk memperbaiki.


Perempuan itu haknya lebih dari laki-laki? Ya! Kok bisa? Lihatlah ada yang namanya Komisi Perlindungan Wanita dan Anak, dan tidak ada Komisi Perlindungan Laki-laki! Perempuan Wajib dilindungi tapi juga berhak melindungi, dan laki-laki “pasti wajib” melindunginya. Bahkan lucunya lagi dalam kehidupan ekonomi rumah tangga ada yang bilang “Uangnya istri ya uangnya istri, uangnya suami ya uangnya istri”, nah terus laki-laki gimanaaa???? (Penulis bingung juga!) hahahaha… Dengan adanya beberapa kelebihan ini tentunya digunakan untuk menunjang kaum perempuan itu sendiri, tapi menunjang bukan dibuat senang-senang saja, harus dibuat untuk kebaikan bersama!! :)


SEMANGAT AKAN PERUBAHAN, kaum perempuan, berkaryalah! Tunjukkan bahwa kalian itu adalah manusia-manusia bangsa yang sangat berguna dan berharga bagi siapapun itu.
Hai para perempuan disegala bidang, bekerjalah dengan ikhlas tetap dengan semangat perubahan.

Para perempuan bidang pendidikan, jadikanlah dunia pendidikan saat ini menjadi penuh makna penuh tujuan baik demi generasi-generasi penerus.

Para perempuan bidang kesehatan, bantulah mereka-mereka yang membutuhkan, tanpa mengenal status sosial, berikan yang terbaik demi kelangsungan kegiatan dimasyarakat.

Para perempuan bidang industri, buktikan bahwa industri bukanlah pekerjaan lelaki, wanita juga berhak berkarir dibidang ini untuk kelancaran industri atas menengah bahkan menengah kebawah.

Para perempuan dibidang hukum, jadilah seorang yang bijaksana, jadilang perempuan yang mengusahakan keadilan sesamanya lebih-lebih orang banyak, tegakkan pilar-pilar hukum yang bersih kokoh tegak menjunjung negara.

Para perempuan bidang sosial politik, berpolitiklah dengan baik, lihatlah masyarakat sebagai bukti rasa sosial yang tinggi, pecahkan permasalahan-permasalahan yang ada.

Para perempuan bidang ekonomi, ciptakan keseimbangan ekonomi masyarakat daaan ekonomi rumah tangga yang baik dan bertanggung jawab.

Para perempuan bidang keagamaan, jadilah seorang yang religius sosialis, seorang wanita yang ahli agama juga tetap memandang perlunya keseimbangan hidup sosial dan beragama, jadilah wanita penegak agama yang baik dan benar sesuai syariat, ketentuan dan norma yang ada juga tak lupa tetap berorientasi kepada Tuhan.


Khusus:
Para pelajar perempuan dimanapun anda berada, sekarang anda adalah generasi penerus bangsa. Anda bersekolah, anda berpendidikan, maka tolong jadikanlah peringatan hari Kartini sebagai salah satu motivasi, sugesti, juga semangat kalian demi pembangunan, pembangunan masyarakat yang baik, masyarakat yang religius sosialis.
Kata seseorang, “Perempuan itu tiangnya negara”.. Aku percaya, aku yakin akan kebenaran kalimat tersebut, maka buktikanlah!!! Kelak, beberapa tahun mendatang, aku akan lihat berbagai macam perempuan yang sukses dibidangnya masing-masing dan dalam rangka memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik, “R.A. KARTINI ABAD 21” dan seterusnyaaa!!!!! ^____^

UJIAN NASIONAL + KEJUJURAN = BUKAN FORMALITAS


SALINLAH KALIMAT INI, “SAYA MENGERJAKAN UJIAN INI DENGAN JUJUR”


Pembaca, anda tahu kalimat diatas?? Bagi para siswa se-Indonesia yang sudah mengikuti Ujian Nasional atau akan mengikutinya, pasti akan menemukan kalimat seperti di atas. Yaaa, memang kalimat tersebut terdapat pada salah satu kolom isian yang tersedia dalam LJK. Betapa hebatnya seseorang yang mempunyai gagasan untuk menyertakan kalimat tersebut kedalam lembar jawaban kita!! Kenapa saya bilang hebat? Karena orang yang mempunyai gagasan menyertakan kalimat tersebut berarti memiliki rasa kepercayaan yang tinggi kepada siswa-siswinya!! Namuuuun, dilain sisi, apakah kalimat tersebut hanya sebatas isian belaka??? :)


Seseorang melakukan sesuatu tentu ada alasannya, andaikata melakukan sesuatu tanpa tujuan itu sama saja sia-sia, pun dengan disertakannya kalimat tersebut. Saya yakin dan saya percaya TIDAK SEDIKIT siswa-siswi yang MEREMEHKAN adanya kalimat tersebut!! Perlu bukti? Tanyakan pada diri anda, hehehehe :) Ya, tidak sedikit diantara mereka yang menganggap kalimat tersebut sekedar isian biasa yang harus ditulis dalam LJK demi kelengkapan isian data. Mereka yang seperti itu tak menyadari arti penting kalimat singkat tersebut, sungguh disayangkan.


Pembaca, “Saya mengerjakan ujian ini dengan jujur”, apasih pentingnya kalimat ini?? Menurut saya, kalimat ini adalah bukti kepercayaan pembuat soal kepada siapa saja yang mengerjakan soal tersebut. Mereka percaya bahwa kita (pelajar) mampu mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan dengan cara yang baik dan benar daaaan dispesifikkan dalam kata “jujur”. Memang UN kerap kali diwarnai masalah contek massal, kebocoran soal, kebocoran jawaban, bahkan parahnya sampai para pelajar otaknya bocor!! :) Dan dipastikan mengapa terjadi demikian ya memang mereka belum mengerti apa maksud dituliskannya kalimat ini. Pembuat soal merasa optimis dan yakin bahwa pelajar pasti jujur, tapi entah kenapa sepertinya harapan mereka sirna dengan adanya fakta dilapangan dimana berbagai kasus terungkap.


Krisis kejujuran inilah yang sebenarnya membuat citra pendidikan di Indonesia menjadi buruk, mungkin bisa saya katakan SEKOLAH TERAKREDITASI “A,B,C,D” namuuuun SISWAnya TERAKREDITASI “Z”, dalam artian sebaik-baik dan seburuk apapun sekolahnya, pelajarnya tetap lebih buruk. Kejujuran bukanlah suatu hal yang mudah, bahkan tingkatannya lebih dari Ujian Nasional kemarin lho… Terbukti!!! Mereka bias menjawab soal Ujian namun mereka belum bias Jujur, nahh berarti kan jujur lebih sulit. Tapi untungnya apabila berbicara masalah dunia saja, kayaknya nilai kejujuran itu tak menentukan syarat lulus tidaknya seorang pelajar. Alhasil banyak yang beranggapan UN sah sah saja melakukan kecurangan yang penting hasilnya baik, lulus, buat masuk PTN oke banget dehh. Atau mungkin mereka berdalil melakukan kecurangan demi “kebersamaan”, heeeiii!!! Kalian merusak citra nama sebuah kebersamaan!! :( lebih bodohnya lagi yaaa kecurangan dilakukan karena ikut-ikutan atau bahkan gengsi :/ ya ampyuuuun…. Kok ya masih ada pelajar macam gitu.


Mari kita konkritkan, dengan adanya kalimat di atas maka:

1.      Pembuat soal percaya pada kita untuk berbuat jujur.
2.      Kita pasti diminta mengerjakan dengan jujur.
3.      Kita sengaja dibiasakan untuk berlaku jujur.
4.      Kita harusnya paham kalimat tersebut.
5.      KALIMAT TERSEBUT BUKAN FORMALITAS BELAKA!!!!...


Hai para pembaca yang setia, seharusnya kita tahu dan paham akan kalimat tersebut. Kita menulis kalimat tersebut harus dilandasi dengan niatan baik, kita harus menulis kalimat tersebut dengan penuh keyakinan akan benar2 menjalankan apa yang kita tulis. Karena apa?? Tentunya karena kita dipercaya, kita telah diberi amanat, amanat dari pembuat soal. Tentunya apabila amanat tidak dijalankan atau amanat tersebut dilanggar, maka tidak lain tidak bukan kesalahan lah yang sebenarnya kita lakukan. Bukan kesalah kecil biasa yang tiada guna, namun juga masalah besar yang ada hubungannya dengan Tuhan, ya! Dengan Tuhan! Siapa yang member kalian nilai? Siapa yang meluluskan kalian? Guru? Tim korektor UN?? Tentunya TUHAN!!! :)


Yang saya tahu bahwa semua ini sudah telanjur. Apa yang kita lakukan tak bias diulang, yang penting sekarang kita mengerti mengapa di LJK ujian tertulis “Saya mengerjakan ujian ini dengan jujur” yaa ini semata-mata bukanlah untuk formalitas pengisian data, lebih dari yang kalian pikirkan, ini semua adalah bentuk tanggung jawab kita akan sebuah amanat yang sangat berat, ya, itu adalah amanat tentang KEJUJURAN.. karena sebaik-baik hasilnya diakhir, bahkan nilai sempurna sekalipun, apabila cara yang dilakukan salah yaaa tinggal disimpulkan hasilnya adalah “NOL” alias tak berguna! useless! Gak penting!.. saya tidak berbicara masalah dunia, saya berbicara masalah akhirat, semoga kalian sadar, dan semoga generasi-generasi penerusku ada bahkan bertambah...
saya istilahkan “MUJAHID KEJUJURAN”… Allahuma amin :)

Saturday, March 24, 2012

ORIENTASI DUNIA - AKHIRAT


Banyak kita lihat orang sukses dimana-mana. Ada yang menjadi pengusaha yang sukses, ada yang pebisnis, ada yang jadi artis terkenal, dokter yang langganan pasiennya banyak, pekerja dengan kekayaan yang melimpah, pengacara dan hakim ternama dikalangan petinggi, ada juga pejabat menteri dan lainnya, bahkan para ulama kondang yang sering nampang di TV (burek) yang sekilas kita lihat mereka sukses dalam berkarir di dunia. Maukah kita jadi seperti mereka??? Uangnya banyaaaak J rumahnya mewah, megah, eksotis, hidupnya serba glamour, serba ada, rumah 2 mobil 2 anak 2 istri 2 *ups* J siapa yang mauuuuuu, angkat tangan!! Pasti banyak yang mau….


Pembaca, kata SUKSES identik dengan keberhasilan seseorang dalam meraih suatu tujuan yang telah ditetapkan, ada yang bertujuan mencari pendapatan banyak, ada yang ingin menjadi orang yang berguna, ada yang ingin sukses UN (buat pelajar yahh kayak penulis), ingin sukses membangun ini itu, membuat ini itu bermacam-macam hal baru yang pada intinya membuat diri kita ini bahagia, benaaar??? J


Anda tahu, sukses itu sebenarnya tidak hanya sukses di dunia. Pernahkah anda terbayang orang yang sukses di akhirat kelak? Apakah mereka adalah pebisnis yang sukses? Artis? Hakim? Dokter? Ulama? Entah kita tidak tahu apakah merekalah itu. Yang terpenting itu bukan sukses dunianya, tapi sukses di akhirat. Orang yang sukses di dunia belum pasti sukses di akhirat. Orang yang sukses di akhirat sudah pasti sukses di dunia.


Orang yang sukses di dunia belum pasti sukses di akhirat? Mengapa? Konteks kata “sukses” yang disini saya maksud “sukses orientasi dunia”. Otomatis mereka hanya memikirkan mencapai kesuksesan di dunia dan bahagia pada suatu hari nanti karena usaha-usahanya. Memang kita harus berusaha dengan “baik dan benar” untuk mencapai suatu tujuan yang telah kita tetapkan. Tapi ada baiknya apabila kita mengubah pola pikir kita yang NDESOnya MENDUNIA. Mari kita ubah dengan “sukses orientasi akhirat”. Mengapa kita perlu mempunyai pikiran semacam ini?? Karena memang kita hidup di dunia ini hanyalah sementara. Istilahnya kita di dunia itu hanya mampir minum saja, lalu melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir kita. Yang jelas tujuan akhir kita bukan hanya dunia, tapi yang paling penting adalah kehidupan di akhirat. Kita hidup didunia ini mungkin kisaran 70 tahun, coba hitung berapa hari??? Sedangkan di akhirat di ibaratkan hidup 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia, WOOOOW! Berapa hari cobaaaa!! Inilah kenapa di akhirat itu dikatakan kekal J
Maka dari itu sia-sia belaka kalau kita hanya berorientasi pada kesuksesan di dunia saja padahal hidup di dunia sangaaaaaatlah singkat. Kita harus mulai berorientasi hidup di dunia untuk hidup di akhirat kelak. Jadi dunia ini itu semacam alat transportasi untuk mencapai tujuan akhir kita itu.


Pembaca, dunia itu alat transportasi??? Ya J dunia itu semacam fasilitas. Apa yang kita tetapkan di dunia, ya harusnya berakhir di akhirat. Kalau dunia itu sebuah bus, maka saat sampai tujuan kita tidak mungkin tetap berada di bus itu, mau tidak mau kita harus turun bus jika sudah tiba di tujuan akhir. Ketika naik bus otomatis kita harus membawa uang (baca: harta) nahh pastinya digunakan untuk membayar bus tersebut (baca: sedekah) kan, kalau tidak mau membayar ya jangan harap mau sampai tujuan akhir dengan lancar tanpa dimarahi (baca: diberi cobaan) oleh petugasnya. Terus di bus juga banyak kejahatan kriminalitas (baca: godaan setan) nahh ini gimana caranya kita harus pintar-pintar menjaga barang berharga kita (baca: iman, ihsan, islam) jangan sampai 3 hal ini dicuri (baca: hilang karena kelalaian). Dalam perjalanan seringkali kita tidak tahan, alhasil kita sakit, nahh dalam hal ini kita harus menguatkan diri (baca: tawakal, ikhtiar) atau kita bawa obatnya selalu (baca: sabar dan ikhlas). Dan suatu waktu bus tersebut dinaiki seorang yang tua renta, lagi sakit, wanita hamil, anak-anak (baca: orang yang membutuhkan), kita harus menolong mereka bukan? Mempersilahkan mereka menempati tempat duduk kita (baca: mungkin hanya cobaan sesaat penguji keimanan) juga kita harus bersikap baik pada penumpang lainnya (baca: toleransi) hingga akhirnya kita merasa tenang (baca: mendapat lindungan-Nya) dan lancar-lancar saja dalam perjalanan kita (baca: ucap syukur). Sampai di tujuan dengan selamat (baca: selamat di akhirat). Turun dari bus dengan wajah tersenyum gembira, puas, juga bangga J
Betapa tidak mudah bukan??? Tentunya hal ini sudah harus kita pikirkan matang-matang, kita pikirkan jangka panjangnya, lupakan sejenak kehidupan yang berorientasi duniawi saja.


Hidup di dunia, bernafas, makan, minum, membantu orang, mencari ilmu, kerja, ibadah… dan masih banyak lainnya, ini sewajarnya selaiknya dan memang seharusnya tidak semata-mata ditujukan untuk kehidupan dunia, ingatlah ada dunia setelah dunia yang kita tempati sekarang ini musnah, ya Dunia Akhirat lah tujuan akhir hidup kita, tujuan akhir segala pengorbanan tenaga, pikiran, waktu kita, ORIENTASI AKHIRAT J

Wednesday, March 21, 2012

AKU BERMASALAH


Disaat kau putus asa, lihatlah! disini, sosok manusia penuh ketegaran, penuh pengorbanan, penuh niatan baik. Manusia dengan beribu kekuatan rela melakukan apapun dan yang pasti terbaik untuk membuatmu kembali bersemangat.... Papa  ^____^

Disaat kau sedang sedih, marah, juga kecewa, lihatlah! disini seorang manusia dengan kesabaran ekstra tinggi, siap menjadi contoh untuk kebaikanmu, juga rela membantumu, menjadi tempat keluhmu dan pasti selalu memberi nasehat yang membangun.... Mama ;')

Disaat kau kesepian, lihatlah! disini seorang atau lebih manusia bertugas menghiburmu. Manusia dengan segala keceriaan akan mengantarmu menemanimu. Siap mengisi waktumu pagi, siang, sore, malam, tatkala waktu kau bangun hingga kau tertidur.... Adik n Kakak  n____n

Disaat kau mengalami semua itu tadi, Ingatlah! ada penguasa dari segala manusia yang telah banyak membantu dalam setiap masalahmu tadi, penguasa atas segalanya, termasuk atas dirimu itu. Yang Mahamengetahui, atas apa yang kau alami; Yang Mahapenyayang dan pengasih, atas apa yang kau butuhkan; Yang Mahakuasa, atas yang terjadi; Yang Mahapelindung dari segala keburukan dan kejahatan yang kau dapatkan kapanpun dimanapun.... Allah SWT ;') ;')

....Disaat kau sudah membaik, bantulah aku disini ;) ;) ;)....

Tuesday, December 13, 2011

UJIAN KENIKMATAN


Ujian dari Tuhan. Hal ini oleh mayoritas masyarakat tentu identik dengan suatu bentuk cobaan yang membuat orang tersebut kesusahan, merasa sengsara, merasa kehilangan seseorang atau mungkin harta bendanya. Ya, memang ini adalah bentuk ujian dari Tuhan. Ini adalah contoh bentuk ujian yg “menyusahkan” menurut kita. Namun sebenarnya Tuhan sangatlah adil dalam memberi ujian. Ujian/cobaan tidak hanya sekedar yang menyusahkan kita, namun juga cobaan yang membuat kitaa merasa senang, bangga, merasa dihormati, dll. Bisa saya katakan hal ini sebagai “Ujian Kenikmatan”.


Pembaca, ujian kenikmatan bisa dimaknai “ujian” yang sebaliknya malah membuat orang senang, lebih sempit lagi senang dan puas akan “kenikmatan duniawi”. Kenikmatan duniawi memang banyak, secara umum yang biasa kita sadar seperti halnya harta, wanita, pangkat/jabatan. Bahkan 3 hal tersebut menjadi “kenikmatan” yang sebenarnya paling berbahaya yang diberikan oleh Tuhan. Macam seperti ini mampu menjerumuskan kita kearah duniawi yang lebih dari apapun itu. Banyak contohnya: yang gila harta, mereka berlomba-lomba mengumpulkan memperbanyak atau bahkan menggandakan harta mereka tanpa tujuan yang jelas mengapa hal-hal tidak berguna semacam itu dilakukan, lupa jika sebenarnya mereka dianjurkan atau bahkan diharuskan untuk bersedekah dan berzakat. Mereka yang punya pangkat dan kekuasaan saking senangnya hingga membuat bawahannya sendiri kesusahan hanya demi menyenangkan atasan, mereka lupa tentang adanya kesamaan hak, lupa akan penghargaan atas jasa orang lain dsb. Lebih-lebih (mohon maaf) mereka yang gila akan pasangannya, hingga tega dan berani melakukan hal-hal yang tak patut dilakukan. Naudzubillah….


Sejauh ini, kenikmatan yang tersebut diatas tentunya hanya bisa dilakukan karena adanya kenikmatan akan “kesehatan” dan “waktu luang”. Mengapa demikian?....

Pembaca, Kesehatan, salah satu hal yang penting untuk beraktivitas atau melakukan kegiatan. Saat Tuhan memberikan kesehatan, maka kita diminta untuk menjaganya. Karena betapa sulitnya apabila kesehatan itu sudah diambil kembali oleh Sang Pencipta. Haruslah kita jaga kesehatan itu dengan melakukan aktivitas yang baik untuk kesehatan biasanya melakukan olah raga rutin dan mengkonsumsi makanan yang bergizi baik. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati???. Dengan kesehatan yang alhamdulillah baik, maka tidak ada alasan bagi kita untuk bermalas-malasan. Dalam artian saat tubuh kita fit haruslah kita berniat untuk melakukan suatu aktivitas, tentunya aktivitas yang bermanfaat. Lebih-lebih kita saaaaaangat dianjurkan untuk beribadah dengan kondisi tubuh yang alhamdulillah sehat.

Ini yang lebih saya tekankan. Namun saat kesehatan kita diambil oleh Tuhan sebut saja saat kita sakit, entah itu sakit apa, tetaplah berorientasi bahwa kita tetap bisa melakukan aktivitas meskipun tidak maksimal. Mungkin aktivitas yang biasanya kita lakukan bisa terganggu akibat sakit, tapi tetap, jangan lupakan tujuan diberikannya kesehatan adalah untuk mendukung ibadah kita. Saat sakit betapa baiknya Tuhan memberikan keringanan pada kita. Kita jadi bisa tetap beribadah seperti biasa maupun kondisi fisik kita agak terganggu. Mulailah punya fikiran “Sakit itu bukan halangan, namun adalah untuk penyemangat”. Anda tahu? Saat kita sakit, banyak saya baca referensi yang mengatakan bahwa sakit itu sebagai kenikmatan, mengapa demikian? Ada yang berpendapat bahwa Tuhan berusaha mengurangi dosa-dosa kita terdahulu dengan memberikan sakit tersebut, alhamdulillah. Tentunya orang yang paling beruntung adalah orang-orang yang tetap sabar dan optimis akan hidupnya sekalipun dalam kondisi tubuh yang tidak mumpuni. Berlanjut dari tujuan kesehatan adalah waktu.


Lalu, Waktu, Tuhan melengkapi kehidupan kita dengan sesuatu yang disebut waktu. Tidak lain tidak bukan waktu digunakan untuk penentu segala hal. Adanya waktu telah mengungkapkan berbagai macam sejarah serta detailnya; waktu digunakan untuk mengetahui suatu estimasi tertentu seperti waktu kelahiran, waktu melakukan kegiatan, waktu untuk ini dan itu; bahkan waktu digunakan sebagai penanda sesuatu yang tidak kita ketahui mulainya. Waktu untuk mengatur. Waktu untuk menertibkan. Waktu sebagai alat bantu segala kegiatan. Dalam melakukan kegiatan kita pasti mengacu pada waktu, jam berapa? tanggal berapa? bulan apa? kapan? Berakhir kapan? Dll. Lepas dari kegiatan, maka kita pasti mempunyai suatu kelonggaran antara kegiatan satu dengan lainnya yang biasa disebut “waktu luang”.

Sebenarnya seluruh waktu kapanpun itu adalah waktu luang apabila tidak kita isi dengan kegiatan. Nahh, pembaca, kegiatan inilah yang perlu dipertanyakan. Sebagai ujian dari Tuhan, saya dapat berasumsi ujian waktu luang adalah bagaimana dan untuk apa waktu kita gunakan dalam kehidupan ini. Entah melakukan kegiatan yang baik entah yang buruk kembali pada individu masing-masing. Hal ini semua pasti dan tentu akan dipertanggungjawabkan pada Tuhan kelak. Oleh karena itu, marilah kita “manage” waktu kita dengan baik khususnya lagi lakukan hal-hal yang bermanfaat saja, bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain yang mana akan kembali lagi sebagai manfaat untuk kita kelak di hari akhir.

24 jam adalah waktu yang sering menjadi acuan kita dalam kehidupan sehari-hari. Entah bagaimana kita membaginya pasti sesuai individu dengan kegiatannya masing masing. Gunakan waktu untuk hal yang bermanfaat seperti sekolah, les dan bekerja, hal ini seakan kita sudah berjuang di jalan Tuhan tentunya dengan niat dan tujuan yang benar. Selepas itu, bisa kita mungkin ada kegiatan di rumah. Nah, setelah semua kegiatan inti selesai, maka adakalanya kita manfaatkan waktu luang, biasanya untuk bersantai, berkumpul dengan keluarga atau dengan teman, mengisinya untuk hobby kita, sekedar membaca, dll. Bagi umat islam, mungkin lebih bermanfaat lagi seperti melakukan ibadah shalat sunnah disamping shalat wajib, mungkin bisa shalat dhuha, qab’liyah ba’diyah, dll. atau bisa juga membaca Al-Qur’an bila ada waktu luang. Barulah jika kita sudah lelah maka kita bisa benar-benar beristirahat (tidur) hal ini juga demi alasan kesehatan untuk melakukan kegiatan hari berikutnya.

Hal yang paling . . . . . adalah tentang hidup kita. Kapan kita akan kembali pada Pencipta??? Tentu kita tidak akan tahu. Kesehatan kita tak dapat menjadi penentu, karena tak sedikit orang sehat justru kembali dahulu. Pun waktu tidak dapat menjawab pertanyaan ini karena Tuhan lah yang merahasiakan dan mahatahu segalanya termasuk hal yang tidak diketahui manusia. Jadi mulai sekarang sebelum terlambat, mari kita siapkan segalanya, kita gunakan nikmat kesehatan dan waktu luang untuk melakukan segala hal yang seharusnya lebih berorientasi untuk kehidupan kelak. Mari kita siapkan bekal untuk masa depan (kehidupan sebenarnya) tentunya dengan amalan ibadah. Ibadah, semua hal baik adalah ibadah, maka gunakanlah kesehatan juga waktumu untuk beribadah dengan baik.
Terima kasih, syukran….

Saturday, December 3, 2011

IBADAH BERKELANJUTAN


Setiap orang pasti pernah beribadah, melakukan ibadah yang umum dilakukan (wajib) sampai ibadah-ibadah yang sunnah kita kerjakan. Tentu ibadah yang kita lakukan ini bermacam-macam cara serta aturannya. Untuk kaum muslim, pastinya tak akan asing dengan kata-kata ibadah wajib dan sunnah, contohnya saja shalat 5 waktu, puasa ramadhan, zakat fitrah dan mal, membaca mempelajari mengajarkan dan mengamalkan ajaran pada Al-Qur’an serta Al-Hadits dan masih banyak lainnya. Juga ibadah sunnah seperti shalat sunnah: Dhuha, tahajud, taubat, istikharah, shalat gerhana, dll. Ibadah puasa sunnah senin-kamis, puasa syawal, puasa muharram dll. Zakat yang secara sunnah adalah zakat yang tidak lansung (selain zakat fitrah dan mal).

            Pembaca, kaum muslim, dalam ibadah kita mengenal istilah “istiqomah” yang secara umum bisa saya definisi sebagai ibadah dengan pendirian teguh, iman kokoh dan dilakukan secara kontinyu atau berkelanjutan. Memang sulit bila sesuatu tidak dimulai dari 0. Apalagi memulainya tidak dengan pendasaran yang benar dan tepat. Maka dari itu dalam ibadah kita harus memantapkan pendasaran kita melakukan ibadah itu untuk apa? Lalu cara dan aturan dalam suatu ibadah itu seperti apa saja? Kemudian kita praktikkan dan kita harus bisa memahami diri kita sendiri, sejauh mana kita beribadah (sudah baikkah atau belum) meskipun sebenarnya hanyalah Allah SWT yang tahu soal kadar ibadah kita. Setelah berusaha beribadah dengan baik tentunya kita tak boleh berhenti, karena kesempurnaan tak akan bisa dicapai maka kita haruslah beribadah secara kontinyu atau “istiqomah” ini. Diharapkan dengan istiqomah akan memperbaiki dan meningkatkan kadar ibadah kita di mata Allah SWT, lebih berusaha lagi untuk mencapai kesempurnaan sebisa mungkin (meskipun kesempurnaan hanya milik-Nya) namun kita tetap diwajibkan untuk berusah mencapai suatu bentuk ketaqwaan.

Nahh, memang segala sesuatu tidak ada yang instan, sekalipun mie instan tetap harus direbus dengan ait dahulu agar matang, begitu juga dengan ibadah, harus kita rebus dulu untuk mencapai suatu bentuk istiqomah dalam beribadah. Di rebus dalam artian terus dilakukan, lebih melatih, memperbanyak dll. Pernah saya tanya pada seorang teman, “pernah nggak ngelakuin shalat sunnah qab’liyah ba’diyah??”. Terus teman saya menjawab kurang lebih sbb, “pernah, tapi aku belum bisa istiqomah e”. Dari sini bisa saya simpulkan pasti ada kendala dalam beribadah secara istiqomah. Yaaaaahh kembali lagi, semua tidak instan, butuh perjuangan, butuh kesabaran, harus memperbanyak melakukannya lagi, harus berusaha menyempurnakan yang sudah pernah dilakukan, dan itu wajib dilakukan secara berkelanjutan.

            Sebenarnya istiqomah telah dicapai apabila kita melakukan suatu ibadah secara berkelanjutan. Sebut saja shalat 5 waktu, mungkin kita memang sudah istiqomah dalam melakukannya meskipun tak dimungkiri masih ada saja waktu yang terlewat entah sengaja maupun tidak disengaja. Saya sebagai penulis memang pernah, hehehehe. Itu adalah ibadah yang biasa, saya katakan begitu karena memang sudah sewajarnya dan seharusnya dilakukan. Disini saya lebih mengajak lagi untuk ibadah sunnahnya saja. Lebih2 untuk ibadah yang sekiranya bisa diusahakan.

            Untuk shalat sunnah, shalat dhuha, mari kita sempatkan saja sekitar 10 menit di antara waktu sebelum matahari tepat diatas kepala untuk melakukannya. Bagi yang di rumah mungkin bisa lebih sering lagi karena memang tidak ada pekerjaan lain. Bagi pelajar, bisa kita manfaatkan jam istirahat sekitar jam 9 atau jam 10 untuk mampir di musholla atau masjid di sekolah. Bagi yang sedang bekerja memang sulit apabila banyak tugas, namun tiada salahnya memantapkan niat dan meluangkan sedikit saja waktunya, begitu juga dengan lainnya.

            Untuk shalat sunnah Tahajud, malam hari 1/3 malam terakhir memang waktu yang baik. Memang setiap wilayah memiliki waktu estimasinya masing2. Untuk wilayah Indonesia WIB khususnya jawa timur seperti saya mungkin waktu yang baik adalah kisaran jam 11.00-12.00 malam ini waktu pertama yang baik, jam 12.00 malam-02.00 dini hari waktu kedua yang dianjurkan pula, dan jam 02.00 dini hari-waktu menjelang Subuh waktu ketiga yang sangat dianjurkan dan paling baik. Memang susah membiasakan bangun malam. Namun kembali, niatkanlah insya Allah niat baik akan terlaksana. Kita bisa memasang alarm jam, alarm hp juga. Setidaknya kita sudah berusaha bangun, entah pada kenyataannya kita gimana. Setidaknya luangkan 15 menit, jika ingin juga berjam-jam  boleh, dengan bacaan Surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun atau surat2 lainnya. Perlu diketahui, shalat Tahajud sangaaaaaaaaatlah baik, berdo’a lah yang khusyuk, beristighfar sebanyak mungkin, curhat apa saja pada Allah, minta apa saja.

            Ada juga shalat sunnah lainnya yang tidak ada spesifik waktu, namun cara dan bacaan shalatnya berbeda dan bahkan lebih banyak lebih panjang. Contohnya saja shalat Taubat, bacaannya memang panjang, hehehehe sebenarnya saya tidak tahu lengkapnya gimana jadi yaa ndak saya bahas. Tapi tetap, silakan dilakukan, dicoba, mau mencoba adalah jalan menuju sikap istiqomah dalam beribadah.

            Pembaca, selain itu juga puasa sunnah, ambil mudahnya saja tapi bisa rutin, puasa senin-kamis (senin dan kamis lhooo). Saya pernah membaca salah satu buku yang bahkan jelas2 mengatakan bahwa belum bisa dikatan umatnya rasul Muhammad SAW kalau belum pernah melakukan puasa sunnah senin-kamis sekalipun, wow!!!!. Ingatkan salah satu hadits nabi bahwa kita harus mengikuti sunnahnya??? Tentu sunnah rasul salah satunya puasa senin-kamis ini. Puasa selain menyehatkan juga membawa berkah. Istri atau ibu tidak perlu banyak2 memasak, pelajar tak perlu dapat uang saku banyak2, heheheheheeee itu hanya pendapat. Kita niatkan paginya bisa sahur, pasang alarm lagi. Alternatifnya lainnya yang lebih baik, kita bisa bangun lebih awal untuk melakukan shalat tahajud baru selesai shalat langsung kita sahur, jadi tidak membuang-buang waktunya, bisa kita teruskan dengan hal lainnya jika ingin sekalian nunggu shalat subuh. Benar2 tidak rugi kalau seperti ini. 1 minggu seenggaknya 1 kali insya Allah bisa kontinyu pada minggu berikutnya juga, maka bisa kita meraih istiqomah untuk puasa sunnah senin-kamis juga shalat tahajudnya.

            Dan Alhamdulillah, saat menulis postingan ini teman saya SMS ada info tentang puasa tanggal 9 dan 10 Muharram. Disebutkan bahwa melakukan puasa ini seolah telah melakukan ibadah selama 2 tahun, dan siapa yang mengingatkan orang lain akan hal ini seolah melakukan ibadah selama 80 tahun… Subhanallah. Jadi mari kita lakukan ini semua. Dan kebetulan juga tanggal 9 atau 10 Muharram besok bertepatan hari senin, mungkin, maka bisa kita niatkan 2 puasa sekaligus, puasa senin-kamis dan puasa muharram ini… ehh maaf, boleh kan?????

Yaaaa masih banyak lagi ibadah sunnah lainnya yang saya juga kurang mengerti tata cara melaksanakannya, hehehe penulis mohon maaf. Nahh istiqomahlah, kita harus terus berusaha berusaha dan berusaha. Sebenarnya tanpa disadari istiqomah ini akan muncul dengan sendirinya. Mungkin salah satu tandanya adalah semakin rutin dalam ibadah. Mari mulai dari awal, mari kita mmenata niat yang baik, mencoba memahami segalanya dengan lebih tepat, mempraktikkannya sebisa mungkin sesering mungkin juga sebaik mungkin. Istiqomah memang susah pada awalnya, namun bila kita terbiasa maka sikap istiqomah dengan sendirinya akan kita raih. Anda tahu? Saat kita mendapat sikap istiqomah lalu kita tidak melakukan hal yang biasanya kita lakukan, maka dengan sendirinya akan muncul rasa dan fikiran yang mengganjal bahwa ada suatu hal yang seharusnya kita lakukan, lalu otomatis kita akan melakukan hal yang kita lupakan tadi, begitu juga juga dengan selanjutnya (seterusnya) kita akan melakukan sikap yang sama bila terlupa, nah beranjak dari sini maka secara tidak langsung kita diajak untuk bisa kontinyu, untuk melakukan hal yang belum kita lakukan tadi. Alhamdulillah, ini pengalaman yang nyata bagi saya. Semoga bermanfaat dan terimakasih.